Google Masih Rujukan SEO-mu?

Banyak narablog (blogger) yang berjingkrak pasca berhasil menerapkan teknik SEO (optimisasi mesin telusur) pada blognya, dan mendatangkan banyak penelusuran dari mesin pencari – dan yang paling populer adalah Google. Beberapa narablog ataupun webmaster tampaknya memang memerlukan nilai lalu lintas yang tinggi dari mesin pencari.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu menyukai lalu lintas data yang tinggi pada blog saya. Jika blog berkembang dengan wajar dan memiliki kesinambungan pengelolaan yang baik, memang mendapatkan 1.000 kunjungan awal akan lebih sulit daripada mendapatkan 10.000 kedua. Saya rasa itu wajar-wajar saja, jika Anda memiliki 10 tulisan dan seharinya ada 2 tulisan yang membaca dari rujukan mesin pencari, itu sudah bagus. Continue reading

Inspirasi Fotografi untuk Ilustrasi Konten Blog

Kadang sebagai narablog saya ingin menulis sesuatu tentang sesuatu melalui sesuatu. Dan yang namanya “sesuatu” tidak selalu jelas, tidak selalu kasat mata, tidak selalu bisa diraih begitu saja dari inspirasi saya yang terbatas. Jadi kadang saya memerlukan inspirasi tambahan, sesuatu yang memberikan batasan dan bentuk untuk menyampaikan yang tak berwujud – sebuah ide.

Salah satu caranya adalah melalui fotografi, gambar-gambar yang memberikan rasa hidup untuk mendampingi sebuah tulisan telah lama dipercaya dan digunakan oleh banyak narablog untuk konten blog mereka. Setahun lalu, saya pernah menulis sedikit tentang inspirasi bingtografi. Continue reading

Yang Patut Dihindari Seorang Webmaster

Saya bukanlah seorang webmaster, namun mengelola situs dan blog serta sedikit berkecimpung di ranah maya membuat saya dengan sendiri kecipratan hal-hal yang berbau webmaster, semisalnya SEO – optimisasi mesin telusur. Bagi mereka yang mencari pendapatan di Internet, melalui blog misalnya – tentu akan mempertimbangkan hal-hal ini untuk mendapatkan lalu lintas data, yang kadang malah justru membabi buta.

Kadang mungkin di tengah keasyikan kita mengelola sebuah situs/web/blog, dengan pelbagai jejaringnya, kita bisa jadi kehilangan arah atau kebablasan pada sebuah sudut tertentu yang belum tentu sehat untuk situs kita. Saya menemukan ada beberapa hal yang mungkin perlu kita hindari dalam membangun jaringan situs web di dunia maya (kebetulan saya belajar dari komunitas Bing).

Continue reading

Internet Mobi Sehat ala Cyberoam yang Mengganggu

Sepertinya hari ini Mobi/Smartfren Connex menerapkan sebuah sawar daring (online content filter) pada layanan mereka yang berbasis Cyberoam. Saya menemukannya ketika tengah asyik menerjemahkan beberapa jurnal akademik dengan menggunakan layanan Google Translate.

Awalnya sih lancar-lancar saja, namun setelah beberapa kali proses penerjemahan, tiba-tiba saja akses diblok dan dialihkan ke alamat IP 10.33.200.244:8090. Saya bingung, karena hal ini tidak pernah terjadi, semua peramban memunculkan tanda-tanda serupa, baik di Linux maupun Windows.

Continue reading

Mengapa Mengikuti Sebuah Blog?

Tentunya ini akan menjadi alasan pribadi saya dalam mengikuti sebuah blog. Karena saya memang suka mengikuti pelbagai ragam tulisan di internet, daripada saya langganan berita cetak yang isinya itu-itu melulu.

Mungkin Anda sudah pernah membaca “Alasan Saya tidak Berkunjung ke Blog itu Lagi” yang saya tulis pada awal tahun. Maka ini adalah sisi lainnya yang saya tulis pada akhir tahun. Anda mungkin akan menemukan alasan-alasan Anda tersendiri nantinya.

Alasan yang pertama dan utama adalah karena kontennya berkaitan dengan profesi saya. Dunia kedokteran adalah dunia yang berkembang dengan sangat pesat, jika tidak selalu memperbarui informasi maka akan semakin tertinggal jauh di belakang. Ha ha…, tapi saya kadang malah malas membacanya, karena kepala saya jadi sering pusing dibuatnya.

Blog itu menarik minat saya yang ada di luar profesi saya. Minat saya seperti sastra, teknologi peranti lunak berkode sumber terbuka, isu ekologi, arkeologi dan astronomi adalah hal-hal yang suka saya cari di dunia blog. Sekadar menambah wawasan, dan saya memang menyukainya. Biasanya saya akan mengikuti blog seperti ini via pemasok RSS.

Blog personal dengan keunikan adalah tentunya yang bisa mencuri perhatian saya. Keunikan di sini tidak sama dengan pencitraan pribadi sebuah blog (personal branding). Keunikan di sini adalah penyajian sebuah konten yang memiliki suasana personal dengan beberapa hal yang saya sekilas tahu bahwa saya cocok dengan blog tersebut.

Misalnya disusun dalam bahasa yang santun dan mudah dipahami, tentunya akan lebih nyaman jika narablog juga menata tipografi pada blognya. Ditulis menurut pandangan narablog, bukan semata-mata kutipan dari sana dan sini, saya ingin melihat sudut pandang blog itu, kadang rasanya meluap minat saya ketika membaca narasi dengan daya bedah yang mendalam.

Saya tidak suka blog yang sekadar membebek, semua orang tahu sudah rahasia umum dalam pemilu ada kecurangan, dalam penerimaan pegawai negeri ada oknum yang terlibat dalam jalur pintu belakang, tapi bagaimana memandang ini secara tegas dan objektif sangat sulit ditemukan. Semua orang tahu bahwa lokalisasi dan pelacuran membawa pelbagai masalah dalam masyarakat, tapi tidak usah ikut-ikutan berteriak menutup pelacuran jika tidak punya ide yang bisa diaplikasikan secara riil oleh penulis sendiri untuk kemudian mengalihkan mata pencaharian para pelacur termasuk membuat mereka diterima di lingkungan barunya jika bukan lagi di area lokalisasi.

Blog personal selalu memiliki dua arah, ke dalam dan ke luar. Ke luar adalah penulisan tentang hubungan antar personal dengan sosial, seperti contoh saya di atas. Ke dalam diri sendiri bisa jadi melahirkan tulisan atau media yang absurd, namun ke arah dunia sosial, saya ingin melihat pandangan yang jujur dan menembus ke dalam realitas sosial itu sendiri. Jika hanya sekadar mengkliping media sosial/berita, membebek gosip hangat, beretorika muluk-muluk, ah…, setiap hari juga ada di televisi sampai rasanya jenuh sekali. Jika tulisan-tulisan blog itu bisa adil dalam memandang dan bersikap, terbuka dalam penyampaian gagasan dan pertanyaan, maka saya rasa itu adalah apa yang saya ingin baca selalu untuk mengisi waktu luang saya.

Dan tentu saja saya akan mengikuti blog teman-teman daring saya, sedemikian hingga saya juga bisa sedikit menyampah di sana karena mereka tidak akan marah, ha ha…. Walau banyak sekali, saya (mumpung masih bisa) sesekali menyempatkan diri membacanya, walau tidak ikut urun pendapat, selama pasokan RSS diberikan secara penuh, saya masih bisa membaca semuanya (oke, mungkin  tidak seluruhnya).