Skip to content

Tag: laga

Film Journey to the West

Kisah klasik dari tanah Tiongkok “Perjalanan ke Barat” yang di dalamnya ada tokoh kera Sun Wukong pastinya tidak asing di telinga penggemar sinetron Mandarin di tanah air. Sekarang film dalam nuansa yang berbeda kembali hadir oleh sutradara Kung Fu Hustle, yaitu komedian Stephen Chow. Sudah pasti filmnya bisa dikatakan selucu Kung Fu Hustle atau Shaolin Soccer, atau mungkin lebih lucu.

Perbedaannya kali ini adalah tampaknya yang menjinakkan Sun Wukong adalah seorang pemburu iblis; tapi bukan berarti film ini berubah halauan menjadi film horor meskipun tidak bisa dipungkiri, cuplikannya menunjukkan sejumlah adegan yang bisa dibilang menyeramkan. Continue reading Film Journey to the West

Elysium – Gambaran Jurang Sosial

Elysium keluaran TriStar Pictures berkisah tentang dunia masa depan, ketika bumi sudah tidak bisa dihuni secara layak lagi, masyarakat kaya membangun kehidupan mewahnya di sebuah stasiun luar angkasa dengan ekosistem yang menyerupai bumi. Golongan kelas atas adalah pemilik modal yang hidup mewah, sementara yang tertinggal di bumi adalah golongan miskin dan pekerja kasar, yang bahkan tidak memiliki cukup akses kesehatan.

Kesan saya pada film ini seperti menonton District 9, mungkin karena sutradaranya memang sama. Tapi sejujurnya saya tidak penggunaan latar seperti ini bukan sesuatu yang saya suka, karena membuat sakit kepala saat menontonnya di layar lebar. Mungkin saya salah menonton film, yang saya pikir lebih mirip seperti Oblivion. Continue reading Elysium – Gambaran Jurang Sosial

Case Closed: The Eleventh Striker

Film Detective Conan ke-16 “The Eleventh Striker” sudah rilis 14 April tahun lalu, namun saya baru bisa menyaksikannya sekarang karena DCTP baru saja merilis fansub-nya, hanya saja mungkin ini adalah film terakhir yang akan di-sub oleh mereka. Film ke-17 “Private Eye in the Distant Sea” tidakan akan ditangani oleh DCTP lagi.

Dibandingkan film sebelumnya “Quarter of Silence“, maka “The Elevent Striker” tampaknya tidak begitu menggigit. Ah, jika saya membandingkan, lama kelamaan serial Case Closed atau Detective Conan ini malah seperti franchise serial James Bond, antara mana yang lebih enak, dan mana yang tidak. Saya bukan penggemar sepak bola, namun bagi para penggemar bola dan anime, mungkin ini adalah sebuah film yang ditunggu-tunggu karena memperlihatkan J-Lague (liga sepakbola utama Jepang) yang terlibat sebagai aktornya. Continue reading Case Closed: The Eleventh Striker

The Dark Knight Rises

Membaca judul itu, Anda mungkin sudah dapat menduga bahwa yang akan saya ceritakan adalah tentang film terbaru “Batman: The Dark Knight Rises” yang mengambil baris penanda “The Legend Ends“. Tapi tentu saja sudah terlambat, karena film ini sudah tayang sejak 20 Juli yang lalu di Indonesia, namun saya cukup beruntung masih dapat menyaksikannya di teater.

The Dark Knight Rises mengambil latar cerita delapan tahun setelah kisah “The Dark Knight” sebelumnya yang dirilis pada tahun 2008 yang lalu. Kisah yang diambil dari tokoh fiksi DC Comic ini bisa dikatakan cukup menarik, dan saya rasa mengembalikan saya dengan cita rasa film-film Batman di era-era terdahulu dengan sentuhan teknologi yang lebih modern. Continue reading The Dark Knight Rises

Brave

Brave adalah film animasi terbaru dari Disney dan Pixar yang mengambil latar di era Skotlandia tempo dulu, saat mitos dan legenda dimulai. Karena sejumlah masukkan dari teman-teman di Facebook, saya memilih menonton Brave, sebelumnya ada juga pertimbangan menonton Madagaskar 3. Namun karya Pixar tidak ingin dilewatkan jika bisa.

Sore itu saya datang ke Empire XXI dan memesan tiket 30 menit sebelum pertunjukkan terakhir, rupanya banyak kursi yang kosong. Brave diawali dengan film pendek dari Pixar, dan ini adalah bonus yang tidak ternilai. Kali ini adalah “La Luna” yang saat munculnya perahu kecil itu saya sudah tebersit pemikiran akan “Sang Rembulan”. Film pendek karya Enrico Carsarosa ini memenuhi layar selama hampir 7 menit dengan keajaiban-keajaiban imiganiasinya. Continue reading Brave

Summer Wars

Summer Wars merupakan film animasi di tahun 2009 karya Mamoru Hosada, jadi menulisnya sekarang pun mungkin agak terlambat, namun harus saya akui mendapatkan Blu-Ray-nya sangat sulit – namun karena saya suka dengan novel ringannya, maka saya pikir pasti anime adaptasinya akan sangat bagus juga. Ya, ternyata memang sangat menarik.

Film ini berkisah tentang Kenji, seorang pelajar SMA yang berbakat dalam Matematika dan nyaris dikirim untuk mewakili negaranya dalam olimpiade Matematika. Ia memiliki bepekerjaan sampingan untuk menjadi moderator dalam dunia virtual OZ. Dan dia dengan tidak sengaja mendapatkan undangan dari kakak kelasnya Natsuki untuk menemani ke kampung gadis yang paling populer di sekolahnya ini guna menghadiri perayaan ulang tahun sang nenek. Continue reading Summer Wars

Children Who Chase Star

Ini adalah karya Makoto Shinkai yang dirilis pada pertengahan tahun ini, mengambil judul “Children Who Chase Lost Voices from Deep Below” merupakan salah satu film animasi Jepang terbaik pada tahun ini. Mungkin ini merupakan karya Shinkai yang menggabungkan aspek-aspek pada film sebelumnya, “The Promised Place in Our Early Days” dan “5 Centimeters per Second”, namun dalam nuansa yang benar-benar baru.

Hoshi o Ou Kodomo, demikian nama asli film ini yang secara harfiah bermakna: anak yang mengejar bintang – menuangkan kisah romantisme persahabatan dalam sebuah petualangan fantasi yang teralkutarasi dengan baik dalam pelbagai percampuran latar budaya-budaya dan misteri kuno.

Continue reading Children Who Chase Star

Beyond the Clouds, the Promised Place

Sebuah film animasi karya Makoto Shinkai dengan judul asli “Kumo no Muk?, Yakusoku no Basho” atau yang lebih terkenal sebagai The Place Promised in Our Early Days. Film ini saya kenal dari sebuah CD Audio yang merupakan original soundtrack-nya, yang saya dapatkan beberapa tahun lalu, yang seketika itu membuat saya jatuh cinta pada permainan biola di dalamnya. Sayangnya, karena perawatan yang kurang baik, CD Audio tersebut rusak.

Film ini dirilis semasa dengan film animasi Howl’s Moving Castle, dan merupakan salah satu film animasi favorit saya. Hmm…, mungkin juga karena Makoto Shinkai merupakan salah satu sutradara film animasi yang paling berbakat yang pernah menuangkan karyanya.

Continue reading Beyond the Clouds, the Promised Place

Howl’s Moving Castle

Sekitar tujuh tahun yang lalu, ada sebuah film animasi yang luar biasa, saya rasa salah satu yang paling menggugah di eranya. Para penggemar film animasi mungkin sudah pernah menontonnya, “Howl’s Moving Castle” yang diinspirasi oleh novel dengan judul yang sama karya Diana Wynne Jones pada tahun 1986. Namun film ini sangat berbeda dengan novel aslinya, bahkan penulis novel yang tidak turut serta pun memberi kontribusi terhadap pembuatannya, mengatakan bahwa meskipun berbeda, film ini sangat luar biasa.

Howl’s Moving Castle disutradarai oleh Hayao Miyazaki, juga sebelumnya melahirkan film Spirited Away – yang juga sama populernya. Dan kemudian di-dubbing ke dalam bahasa Inggris oleh Pete Docter si perancang Monster Inc., dan Up dari Pixar serta menarik minat Walt Disney untuk menjadi distributor film ini.

Continue reading Howl’s Moving Castle

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close