Tanah Air Indonesia Pusaka

Ketika kita kecil, dendangan indah dengan kisah nusantara yang permai nan damai menghiasi mimpi-mimpi anak negeri ini. Setelah beranjak dewasa (secara usia), ada banyak sudut-sudut gelap negeri ini yang kian terkuak dan tidak jarang mengikut di balik bayangan kita sendiri. Demikian juga, kenyataan tak teringkari bahwa roda-roda penggerak negeri ini untuk menuju masa depannya adalah kita juga.

Mungkin negeri ini memang terlalu kaya, korupsi merongrong dari dalam, neofeodalisme menjajah dari luar, rakyat yang menuntut subsidi berlebih karena enggan berdikari – demikian pun kita tak pernah dipandang sebagai bangsa yang kecil dan negeri yang mungil. Setidak-tidaknya bumi pertiwi masih bisa memberikan napas kehidupan bagi putra-putrinya, meski tidak semua dalam ruang kelayakannya. Continue reading

Melaju Bersama Bakat dan Kerja Keras

Akhir bulan lalu saya diundang menghadiri acara pengambilan gambar dan menyanyi adik-adik sepupu. Karena kami tinggal di distrik yang berbeda, apalagi dulu pulau yang berbeda, jadi saya jarang mendapatkan kesempatan langsung melihat mereka “live on the stage” – kecuali beberapa sesi latihan tarik suara, lagu, dan membuat koreografi di rumahnya.

Tentu saja saya antusias untuk menyaksikan langsung acara ini – di luar konteks dapat pizza gratis tentunya – karena saya tahu bagaimana usaha keras mereka berlatih selama ini. Jadi saya pun bersama anggota keluarga jauh lain yang mendapat undangan datang ke tempat yang telah diberitahukan sebelumnya. Continue reading

Ada Yang Baik dan Juga Buruk

Setiap orang tahu bahwa kehidupan itu ada bagian yang baik dan yang buruk, walau kadang bisa jadi sebenarnya itu adalah hal yang serupa dari sisi yang berbeda. Beberapa hari ini saya sibuk dengan Green Gecko sampai terhenti malam ini. Saya memperbarui Desktop Gnome 2.30 ke versi 2.32, tapi ketika semuanya selesai dan tampak baik, setelah dimulai ulang OpenSuse 11.3 saya malah kehilangan Gnome Panel-nya, lha padahal itu adalah salah satu fitur penting pada sisi GUI.

Sisi buruknya bisa dibilang Linux yang saya gunakan separuh lumpuh saat ini, setidaknya jendela terminal masih bisa diakses, tapi tidak lucu kan menjalan setiap aplikasi via terminal. Masa buka Firefox, Thunderbird, Banshee, Chromium, mesti lewat terminal? Mau berapa tab yang akan digunakan. Nah, sisi baiknya saya punya alasan manggil Bli Dani buat kopdar dan minta bantuan diperbaiki, he he…, tapi enaknya kapan ya memanggil Beliau.

Continue reading

Kejutan Con Te Partirò

Malam ini saya sengaja meluangkan waktu menyalakan televisi sesaat. Karena beberapa hari yang lalu tidak sengaja saya menonton sebuah iklan yang begitu menarik perhatian saya. Dan tidak sia-sia sebenarnya saya menunggu, walau saya sesungguhnya tidak begitu menyukai acara yang saya tonton – well, saya juga tidak begitu menyukai acara-acara televisi kebanyakan yang ada saat ini jika boleh saya berkata demikian.

Acara yang saya tonton adalah “Indonesia Mencari Bakat” yang disponsori oleh Indomie (CMIIW) dan diputar di stasiun televisi swasta TransTV malam ini. Saya pun bisa menyaksikan apa yang saya tunggu. Kontestan terakhir, seorang remaja putri berusia 12 tahun yang dipanggil Putri menyanyikan sebuah lagu seriosa.

Continue reading

Mendengarkan “Wavin’ Flag”

Setelah membaca dua tulisan blog Suzan, yang masing-masing berjudul “Wavin Flag Celebration”, dan yang ada di blog Tumblr-nya “Wavin Flag Lyrics” (Maaf Suzan, sepertinya lebih baik menggunakan Disqus saja di Tumblr, karena itu lebih “paten”).

Kemudian saya berusaha mencari-cari lirik lagu ini di Internet, termasuk YouTube yang terkenal itu. Beberapa hal lumayan mengagetkan karena ternyata, lirik yang saya dapatkan agak berbeda, mungkin yang di YouTube bisa memberikan penjelasan. Karena juga sedang mode inlemoted, jadi saya tidak bisa banyak mencari informasi lanjutan.

Hanya saja jika senggang, saya sekarang suka mendengarkan lagu ini.

Continue reading