LXLE Sesuai Selera

Saya mungkin sudah pernah memberikan kredit pada Linux yang satu ini saat bisa menjalankan komputer lawas kami. Kini saya akan menceritakan sedikit kisah tentang bagaimana saya membuat LXLE tampil sesuai selera saya, yang bermakna bekerja seperti apa yang saya inginkan juga. Paragraf kedua berikut menceritakan latar belakang mengapa saya memilih LXLE, bagi yang tidak berminat, silakan langsung melompat ke paragraf ke-3. Continue reading

Paten Tesla Motors Dibuka

Tweet yang paling menggemparkan pekan ini mungkin adalah tweet dari @elonmusk, jika Anda tidak kenal dia, bisa dikatakan mungkin dia adalah Tony Stark tanpa Iron Man atau Bruce Wine tanpa Batman. Elon Musk mentweet sebuah tautan menuju blog resmi Tesla Motors yang menyatakan bahwa paten kendaraan canggih mereka kita terbuka bagi publik yang memiliki niat baik untuk menggunakannya. Anda bisa katakan patennya beralih menjadi open source. Continue reading

Rilis openSUSE Edu L-i-f-e MATE

Tim openSUSE-education sudah mengumumkan rilis terbaru seri openSUSE Edu L-i-f-e yang kali ini mengusung arsitektur 64-bit dan menggunakan desktop MATE. Sebenarnya edisi ini dikeluarkan secara spesial untuk mendukung sekolah-sekolah SMA di Gujarat, India, sehingga mereka bisa mempelajari sistem operasi dan informasi teknologi tanpa perlu khawatir ke depannya akan ketergantungan dengan perangkat lunak proprietary. Continue reading

Mencoba Deepin Music Player

Karena berpindah ke seri Tumbleweed, saya masih tidak bisa membiasakan diri dengan pemutar musik Amarok bawaan KDE. Memang Amarok tidak buruk, tapi bagi saya memiliki terlalu banyak fitur yang tidak saya perlukan sehingga membingungkan, saudaranya Clementine juga bukan merupakan pilihan yang baik bagi saya.

Lalu saya melihat ada ulasan tentang Deepin Music Player ketika mencari sejumlah aplikasi pemutar musik guna menggantikan Nightingale yang terlalu repot ketika dipasangkan dengan seri tumbleweed. Sepertinya sederhana, dan saya pun mencobanya. Continue reading

Clinica – Rekam Medis Sederhana Multiplatform

Rekam medis elektronik sudah menjadi tuntutan bagi penggemar paperless world saat ini, dan sediannya banyak sekali di pasaran. Clinica Project, salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh programer dari Italia mungkin termasuk yang paling sederhana yang bisa didapatkan dari pasaran. Aplikasi ini bisa berjalan di Linux dan Windows, dan bisa digunakan untuk sebuah jaringan Intranet.

Bisa dikatakan Clinica Project masih cukup hijau, tampilannya sangat sederhana, dan lembar rekam medisnya juga sederhana. Namun mereka sudah berencana mengembangkan open source ini agar terintegrasi dengan CNS Smart Card – semacam kartu JKN BPJS Kesehatan di Italia sana. Saya kadang berpikir, kapan di Indonesia ada yang mau membuat aplikasi seperti ini – bersemangat open source dan untuk mendukung keperluan banyak orang? Continue reading