Skip to content

Tag: pemasangan

Menambahkan Aksara Jawa dan Bali pada openSUSE

Linux dalam hal ini openSUSE memudahkan kita dalam menambahkan aksara (alfabet/fonta/huruf) Jawa dan Bali ke dalam sistem, sehingga orang dapat dengan mudah menambahkan aksara tersebut ke dalam aplikasi seperti LibreOffice misalnya. Tentu saja jika aksara nusantara lainnya memiliki repositori yang serupa, juga dapat ditambahkan, namun saya belum melihat sampai jauh ke sana. Continue reading Menambahkan Aksara Jawa dan Bali pada openSUSE

Mencoba Desktop MATE pada openSUSE 13.2

Kali ini saya mencoba mencicipi desktop MATE pada openSUSE 13.2 Harlequin. Bisa dikatakan MATE adalah satu-satunya yang masih memiliki cita rasa kental GNOME 2 pada openSUSE lawas. Hanya saja, saya memang tidak mengikuti perkembangan MATE sejak dulu. Namun ketika membaca tentang memasang MATE pada openSUSE 13.2 via ICEWM, maka saya mencoba memasangnya dari desktop Xfce yang sebelumnya saya pasang via ncurses. Hanya saja kali ini “korban”nya adalah komputer lain di kantor. Continue reading Mencoba Desktop MATE pada openSUSE 13.2

Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah

Masih ingat ketika saya membahas tentang bagaimana LXLE bisa digunakan di komuter lawas? Komputer Pentium IV dengan 2,4 GHz dan SDRAM 128+256 MB tersebut saya coba pasang dengan menggunakan openSUSE 13.2 yang baru dirilis beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan LXLE yang menggunakan basis keluaran distribusi lawas untuk versi 32-bit mereka, openSUSE 13.2 Harlequin menggunakan paket-paket terbaru mereka. Continue reading Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah

Memasang Telegram Desktop pada Antergos

Aplikasi Telegram bisa dikatakan salah satu substitusi bagi aplikasi WhatsApp untuk berkirim pesan singkat, hanya saja Telegram tidak memungut biaya sementara ini. Telegram bisa digunakan multiplatform, seperti ponsel (BlackBerry, Windows Phone, iOS, Android) atau Desktop (Windows, Mac OS, Linux). Kali ini saya mencoba memasang Telegram pada Desktop Gnome 3.14 dari Antergos. Continue reading Memasang Telegram Desktop pada Antergos

Memasang Conky pada Antergos dengan Mudah

Antergos menggunakan repositori dari Arch Linux, sehingga prinsip memasang conky sederhananya tidak jauh berbeda dengan mereka yang menggunakan Arch. Tapi karena saya tidak menguasai “the Arch Way”, maka saya akan menggunakan cara saya sendiri untuk mendapatkan Conky yang berjalan di Antergos saya. Saya ceritakan sedikit bagaimana bisa menjalankan conky ini. Continue reading Memasang Conky pada Antergos dengan Mudah

Penyunting Grafik yEd

Membuat grafik tertentu seperti hierarki tugas, struktur organisasi, pohon keluarga, diagram alir, diagram jaringan dan sebagainya kadang menyebalkan jika harus melakukan tata letak secara manual. Biasanya dulu orang menggunakan aplikasi (bajakan) Microsoft Visio, namun seiring berkembangnya aplikasi serupa seperti LibreOffice Draw, Calligra Flow, hingga Dia yang cukup populer, orang beralih pada perangkat lunak gratis tersebut.

Salah satu yang cukup mudah diterapkan di tempat kerja seperti kantor atau sekolah adalah aplikasi yEd. Aplikasi ini gratis, meskipun tampaknya bukan open source. Oleh karena berbasis Java (JRE), maka bisa dijalankan di pelbagai platform seperti Windows, Linux, dan Mac OS. Continue reading Penyunting Grafik yEd

Memasang OpenEMR pada openSUSE 13.1

Beberapa waktu lalu, saya melakukan dual-boot kembali Windows 8.1 yang saya gunakan dengan openSUSE 13.1 Bottle. Tujuan saya adalah menggunakannya untuk mencoba memasang dan mempelajari openEMR, sebuah aplikasi rekam medis plus berbasis open source. Saya sengaja tidak menggunakan Windows untuk ini, karena nanti saat presentasi saya ingin menggunakan Linux, dan server di tempat kerja saya juga berbasis Linux, meskipun sementara kami kekurangan tenaga IT untuk mengelolanya.

Selain OpenEMR sebenarnya masih banyak aplikasi lain yang sejenis, misalnya GnuMED atau OpenVisTa yang cukup terkenal di Amerika. Saya sendiri belum mencoba keduanya, jadi saya hanya mendemonstrasikan ini dan memperlihatkan bahwa SIM-RS sederhana dapat dibangun dengan menggunakan aplikasi berbasis open sorce yang akan menghemat anggaran. Continue reading Memasang OpenEMR pada openSUSE 13.1

Shutter pada openSUSE Tumbleweed

Membuat agar Shutter sebagai salah satu aplikasi penangkap gambar layar (screen image capturer) berfungsi untuk Linux openSUSE Tumbleweed agak susah-susah gampang. Sulit dalam sudut pandang tidak semudah memasang Shutter pada Ubuntu yang tinggal mengakses ke Software Center dan memasangnya, maka Shutter bisa langsung digunakan. Dan mudah tentu saja, jika sudah paham logika pemasangannya, maka tidak akan sulit.

Pada openSUSE Tumbleweed (dan mungkin juga dapat diaplikasikan pada openSUSE versi lainnya), Shutter dapat saja dipasang langsung melalui menu Install/Remove Software yang tersedia secara mandiri ataupun terkait pada YaST. Namun sering kali kemudian tidak bisa dijalankan. Karena beberapa dependensi tidak tersedia. Continue reading Shutter pada openSUSE Tumbleweed

Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Pasca memperbarui openSUSE 11.4 Celadon menjadi openSUSE Tumbleweed, kini yang hendak saya coba adalah GNOME 3, desktop terbaru keluaran GNOME yang akan menggantikan GNOME 2.x yang sudah cukup lama bertahan. Saya telah sempat menulis secuil tentang kontroversi GNOME 3 pada tulisan sebelumnya. Namun kini, sudah saatnya menghadapi kontroversi tersebut.

Tentu saja metode yang tidak digunakan sama dengan melakukan upgrade di openSUSE 11.4, saya menggunakan sedikit petunjuk khusus untuk upgrade GNOME 3 pada Tumbleweed. Ini hanya dilakukan pada openSUSE yang sudah menjalankan repositori Tumbleweed, namun karena GNOME 3 belum ada di repositori tersebut, maka perlu ditambahkan repostori GNOME 3 edisi Tumbleweed tersendiri.

Continue reading Gnome 3 pada openSUSE Tumbleweed

Driver ATI Radeon HD 4650 pada Ubuntu 11.04

Hari ini saya memasang kartu grafis baru komputer saya yang menggunakan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal, memang pada awalnya agak bingung memilih kartu grafis yang mana karena dukungan kartu grafis pada Linux agak pelik, apalagi jika kartu grafis menggunakan peranti lunak proprietary sebagai pendukungnya. Memang umum disarankan bahwa untuk menggunakan Linux, sebaiknya menggunakan kartu grafis berbasis Intel daripada NVidia atau ATI.

Awalnya komputer saya dilengkapi dengan chipset express Intel G41. Cukup untuk menjalankan desktop 3D seperti Unity namun terkadang kesannya masih cukup berat. Jadi karena itu saya memutuskan memberikan kartu grafis tambahan untuk melesatkan performa Unity.

Continue reading Driver ATI Radeon HD 4650 pada Ubuntu 11.04

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close