Skip to content

Tag: ponsel

Lamido – Pasar Daring yang Tepercaya

Apa yang melintas di benak Anda ketika mendengar pasar daring (online marketplace)? Memang susah membayangkan sebuah pasar tanpa riuh keramaian dan kadang mungkin desak-desakan yang tidak mengenakkan. Tapi semua itu kini bisa berkurang, karena di era digital ini, manusia menciptakan pasar daring yang bermacam-macam; salah satu yang memberikan garansi terbaik saat ini adalah Lamido Indonesia.

Saya sendiri termasuk orang-orang yang mungkin memilih membeli barang-barang melalui pasar daring, terutama yang berhubungan dengan teknologi, seperti ponsel, laptop, dan sejumlah peralatan elektronik lainnya. Ada sejumlah alasan mengapa saya memilih membeli secara daring di dunia maya ketimbang pergi ke pusat perbelanjaan khusus (misalnya toko ponsel atau toko eletronik). Continue reading Lamido – Pasar Daring yang Tepercaya

Setelah Nokia, Beralih ke Mana?

Apa Anda pengguna Nokia, dan kini perusahaan tersebut telah diambil alih oleh Microsoft – dan mungkin dalam waktu dekat, Nokia akan lenyap dari muka bumi.  Disayangkan memang, tapi inilah pasar bebas yang konon diusung oleh peradaban modern, di mana sebuah perusahaan yang dirintis dengan demikian panjang bisa runtuh dalam sekejap. Jika Anda penggemar Nokia, mungkin akan mulai berburu koleksi ponsel-ponsel lawasnya untuk kenangan. Atau Anda beralih ke Microsoft’s Gadget?

Lawakan Nokia Microsoft
Lawakan Linux.com tentang Kuda Troya Microsoft di dalam Nokia.

Tapi di balik cerita sedih Nokia yang “gugur”, benih-benih baru bermunculan. Jujur saja mengikuti perkembangannya yang pelan tapi pasti rasanya akan ramai lagi. Continue reading Setelah Nokia, Beralih ke Mana?

Ubuntu Phone Layak Dinantikan dan Dipertimbangkan

Ubuntu semakin bersiap meluncurkan ponsel cerdasnya ke pasaran dunia, saat ini mereka berupaya menggaet para pengembang aplikasi untuk memperkaya koleksi aplikasi pada Ubuntu Phone. Para pengguna Linux pun mungkin akan sangat tertarik untuk beralih dari Android ke Ubuntu Phone, dan saya melihat ada sejumlah alasan untuk hal ini.

Sebagai pengguna Linux, selama saya menggunakan Android, saya sama sekali tidak bisa merasakan cita rasa Linux di dalamnya. Saya tidak tahu mengapa Google tidak membuat Android menjadi ramah pada lingkungan GNU Linux dan justru membuatnya lebih nyaman pada Windows. Bahkan aplikasi untuk Linux banyak tidak bisa digunakan pada Android yang menjadikannya agak menyebalkan. Continue reading Ubuntu Phone Layak Dinantikan dan Dipertimbangkan

Respons Krisis Banjir Jakarta 2013 via Google

Dalam tulisannya, Responding to the severe flooding in Jakarta, Indonesia, tim penanggulangan krisis Google membantu penduduk Jakarta dan masyarakat Indonesia dalam merespons banjir Jakarta tahun ini melalui teknologi yang dimilikinya. Saya rasa beberapa pengguna ponsel cerdas seperti Android dapat memanfaatkan layanan ini, atau bagi mereka yang memiliki akses Internet tentunya.
Continue reading Respons Krisis Banjir Jakarta 2013 via Google

Power Bank Murah Meriah

Bukan hanya uang yang sekarang bisa ditabung, namun juga daya listrik. Setidaknya mungkin itu konsep unik yang dibawa dari peralatan yang baru naik daun belakangan ini, yang bernama umum “power bank” dan sudah menjadi trademark tersendiri. Hal ini mungkin menjadi populer karena ponsel (yang konon) pintar belakangan ini cukup boros daya.

Misalnya saja BlackBerry Style 9670 lawas yang saya pegang memiliki kapasitas daya baterai 1150 mAh, dan bisa habis dalam waktu belasan jam. Sehingga tidak akan bisa cukup digunakan untuk waktu satu hari. Dan ketika perjalanan jauh, nyaris tidak dimungkinkan selalu sempat mengisi daya dari sumber listrik AC dari PLN. Sehingga, sumber daya cadangan menjadi pilihan alternatif. Continue reading Power Bank Murah Meriah

BlackBerry Style 9670 CDMA Royal Purple

Nomor Smartfren (Fren) yang sudah saya gunakan sejak 6 tahun lebih masih bertahan sebagai nomor pasca bayar. Mungkin karena termasuk cukup murah digunakan. Lalu masalahnya, nomor Flexi yang sementara terhubung dan terdaftar di sekretariat KIDI pusat tentu tidak akan bisa dilepas sampai pertengahan tahun depan. Saya pun mencari ponsel CDMA yang pas.

Bagi yang sudah melihat UpDate di Lifelog saya, pasti sudah mengetahui bahwa pilihan itu jatuh pada ponsel BlackBerry Style 9670 CDMA yang berwarna Royal Purple. Alasannya sederhana, karena barang ini bukan barang baru, alias merupakan second hand. Harganya pun cukup miring dari seorang agan di Forum Jual Beli Kaskus. Lalu masalah warna, yah namanya barang bekas, tidak akan bisa memilih warna yang lain. Continue reading BlackBerry Style 9670 CDMA Royal Purple

Memperpanjang Lisensi WhatsApp

Akhirnya, setelah pindah dari BlackBerry ke Android, saya memutuskan untuk memperpanjang lisensi WhatsApp Messenger/Chat karena masa pakai gratisnya sudah akan habis beberapa saat lagi (3 bulan lagi). Memang WhatsApp diberikan layanan secara gratis selama satu tahun pertama, dan dikenakan biaya sekitar US$ 0.99 per tahunnya untuk pemakaian selanjutnya.

Masalahnya, bahkan di situs resminya tidak ada keterangan bagaimana memperpanjang lisensi ini, dan di aplikasi pada Android saya hanya tampak memperpanjang via Google Wallet atau PayPal. Rasanya malas sekali menggunakan layanan tersebut. Maka saya mencari alternatif lain yang bisa membantu. Continue reading Memperpanjang Lisensi WhatsApp

Tablet Android ZTE Light Tab 2 V9A

Ini bukanlah sebuah ulasan (review) untuk tablet android, namun sedikit komentar saja. Saya baru saja menggantikan BlackBerry Odin dengan Tablet Android ZTE Light Tab 2 V9A. Dengan ini berarti semua layanan BlackBerry, terutama BlackBerry Messenger saya dihentikan.

Sebenarnya bukan komputer tablet yang satu ini yang hendak saya beli. Namun Tabulet Troy 2, karena saya mencari fiturnya. Sayang, di daerah saya tampaknya susah sekali mendapatkan Tabulet Troy 2 ini, bahkan setelah mengunjungi dua toko agen penjual resminya di dua kabupaten – tetap saja sia-sia. Akhirnya, saya memutuskan membeli yang satu ini. Continue reading Tablet Android ZTE Light Tab 2 V9A

Nokia Asha 305 dan 311

Saya menemukan dua ponsel promosi dari Nokia melalui unggahan video mereka di YouTube. Ini adalah dua ponsel berbasis Symbian OS 40 Asha, dengan harga yang cukup murah, mungkin dibawah US$100 (di bawah Rp 1.000.000,00) meski perlu dikonfirmasi lagi kebenaran harga ini nantinya di pasaran. Tapi memang susah membayangkan ponsel layar sentuh semurah itu jika melihat beberapa tahun yang lalu.

Baik Nokia Asha 305 maupun Nokia Asha 311 merupakan ponsel layar sentuh sepenuhnya. Perbedaannya adalah Nokia Asha 305 mengandalkan teknologi dual-SIM dengan jaringan GSM/GPRS dan kamera 2.0 MP, sedangkan Nokia Asha 311 menggunakan teknologi 3G/HSDPA/WiFi dan kamera 3.0 MP. Untuk keperluan standar dan menghemat daya, Nokia 305 akan lebih unggul; sedangkan untuk keperluan berkomunikasi via jejaring sosial dan Internet yang lebih baik – Nokia Asha 311 akan tampak lebih unggul. Continue reading Nokia Asha 305 dan 311

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close