Arsip Penanda: Ramayana

Ego Menang Dengan Mudah

Vish­wamitra Brah­mar­shi adalah salah saga atau mahar­shi yang paling dikenal di era kuno India dan Hin­duisme. Di nusan­tara Beliau dikenal seba­gai Wis­wamitra, di Thailand seba­gai Swamit, di Malaysia seba­gai Nila Purba, dan di Burma dengan dengan nama Bodaw. Ia juga yang menyusun Man­dala 3 dari Rigveda (Rg Weda), dan ter­masuk Gayatri Man­tra di dalam­nya –

Berkah untuk Bukit Gowardhana

Yang menyukai kisah Mahabharata dan Krishna di masa kecil­nya pasti mengenal Bukit Gowardhana. Sebuah bukit yang ter­letak di dekat kota Vrin­davan di India – ter­utama oleh golongan Wais­nawa. Ada kisah yang unik di balik bukit ter­sebut dan dimulai pada Ithiasa sebelum­nya, yaitu Ramayana. Saat itu Rama, Lak­samana, dan balaten­tara Kis­kenda hen­dak mem­buat jem­batan guna menyeberang

Katak

Ini adalah sebuah kisah dari Ithiasa – Ramayana. Suatu hari saat ber­ada dalam pengasingan seba­gai per­tapa di pedalaman bukit dan lem­bah Dan­dakaranya, Rama ber­sama Sita dan Lak­samana ber­jalan menuju ke tepian danau yang begitu biru nan jer­nih. Ketika turun dari tepi danau, Rama meng­in­jak seekor katak kecil, katak malang itu men­derita kesakitan yang amat sangat,

Menerima Siapa pun Yang Datang

Tuhan begitu penuh kasih sayang, sedemikian hingga dikatakan Beliau akan maju sepuluh lang­kah ke arahmu jika eng­kau maju selang­kah menuju pada-Nya. Kisah kali ini saya petikkan dari cerita Ramayana. Anda tentu mengenal Wibhisana, adik dari raja agung Rah­wana sang penguasa negeri Lanka. Whibisana digam­barkan seba­gai tokoh yang san­tun dan bijak­sana, gam­baran ber­beda sekali dengan kakak­nya

Lebih Baik Murid dengan Kesungguhan

Namun hanya Janaka yang tetap ber­ada di tem­pat­nya tanpa keraguan. Melihat hal ini Suka ber­kata pada Janaka bahwa api nam­pak­nya sudah mulai meng­ham­piri istana dan meminta agar Janaka pergi untuk menyelamatkan para peng­huni istana. Janaka hanya ter­senyum, ia ber­pikir bahwa kehen­dak Tuhan harus ter­jadi dan tak seorang pun dapat mengubahnya.