Skip to content

Tag: refleksi

Dokter, Hukum, dan Penjara

Saya percaya, setiap warga negara sama kedudukan di mata hukum, termasuk di dalamnya profesi dokter. Namun kasus baru di Manado yang muncul ke permukaan tentang seorang dokter kandungan & kebidanan yang menjalani vonis Mahkamah Agung berupa kurungan/penjara selama sepuluh bulan menjadi tanda tanya besar atas apa yang saya percayai.

Jika seorang dokter terbukti lalai, dia berhak diberikan sanksi atas kelailaiannya. Jika ia melakukan kejahatan kemanusiaan, seperti aborsi tanpa indikasi medis, maka hukum mesti bertindak dan dijatuhkan hukuman yang nyata. Tapi ketika prosedur berjalan dengan sesuai dengan standar, dan ada kondisi yang tidak dikehendaki terjadi, apa ini merupakan sebuah kesalahan yang mesti berada dalam ranah hukum? Continue reading Dokter, Hukum, dan Penjara

Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 Tahun 2013

Mungkin terlambat 2 hari, namun saya hendak menyampaikan – Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 – terutama bagi rekan-rekan dan sejawat yang bekerja dan bertugas dalam pengabdian di mana pun di seluruh pelosok negeri ini. Selama setahun terkahir, saya melihat sendiri bagaimana sejawat berusaha menjalankan profesi dengan sebaik-baiknya, bahkan pada infrastruktur kesehatan yang masih begitu jauh dari sempurna.

Terutama mereka yang berada di garis depan di layanan kesehatan primer, saya bisa menyaksikan sendiri kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi dan juga yang pernah saya hadapi. Ini masih di Pulau Jawa yang dalam catatan termasuk memiliki pembangunan yang baik di bandingkan banyak pulau-pulau lainnya di nusantara. Continue reading Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-49 Tahun 2013

Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Saya bertanya-tanya, sebagaimana banyak orang di muka bumi ini. Apa kebahagiaan begitu mahal harganya? Sehingga tak cukup manusia berlomba, atau bahkan saling senggol untuk memungut seklumit kepuasan. Ataukah kepuasan dan kebahagian itu setali tiga uang? Apa yang bisa memuaskan diri kita? Apa yang bisa membahagiakan diri kita?

Sayangnya pertanyaan ini akan selalu berputar-putar, karena saya tidak memiliki kemampuan mengukur dunia dengan keterbatasan ketika saya mengukurnya dengan diri saya sendiri. Kriminalitas mulai dari gelapnya jalanan hingga ke kerah terputih menjadi sesuatu yang umum. Berbagai alasan dilontarkan, berbagai argumen dihadapkan, namun kebenaran akan kebahagiaan tetaplah semu. Continue reading Seberapa Mahal Harga Kebahagiaan?

Terhimpit Bengkalai

Belakangan ini saya menemukan banyak sekali bengkalaian yang berceceran di dalam jadwal saya. Mulai dari tulisan jurnalisme warga di salah satu media daring lokal yang berlum selesai, jatah terjemahan dokumentasi yang menumpuk, belum lagi daftar bacaan yang mesti diselesaikan. Sementara itu saya sering menemukan diri saya terdampar di banyak kesibukan lain yang kadang secara tiba-tiba menculik waktu saya sedemikian hingga tidak bisa berkata tidak.

Saya merasa seperti sebuah rumah tua yang runtuh, atapnya tak lagi mampu menaungi idealisme yang terlelap menunggu secercah mentari saat kegelapan masih mengampar merdu di sekitarnya. Dinding-dindingnya telah rubuh, memperlihatkan dunia yang senyatanya tak pelak penuh dengan tipu daya dan kepura-puraan sementara realita yang datang untuk mengetuk pintu tak dapat berbuat banyak – karena pintu itu sudah tidak di sana lagi. Continue reading Terhimpit Bengkalai

Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Kemarin dalam hitungan jam, muncul banyak tulisan dari sejumlah narablog yang mengkritisi tentang sebuah guyonan yang beredar di BlackBerry Messenger seputar topik tragedi jatuhnya pesawat komersial yang melakukan demo flight baru-baru ini. Ketika banyak orang berduka dan bersedih, ada yang membuat lelucon tentang hal tersebut dalam sebuah teknologi yang seharusnya memberikan kebaikan bagi yang menggunakannya.

Di sinilah saya merenung kembali, bahwasanya sebuah belati yang dibawa oleh orang bisa bermanfaat bagi kebaikan, namun kadang juga memberikan yang sebaliknya. Ketika seseorang tidak bisa – setidaknya – membayangkan dirinya berada dalam posisi orang lain, maka dia mungkin tidak akan pernah mengetahui ataupun sadar akan apa yang orang-orang di sekitarnya rasakan. Continue reading Ketika Teknologi tidak Bertemu Empati

Sang Jalan

Aku teringat dalam seluk beluk kekusyukan masa lalu, ketika lembar-lembar tua kubuka dan terngiang banyak kata yang diwariskan – bahwasanya semua lembar-lembar itu adalah kesucian yang begitu terutama – sang jalan. Lama berselang, bintang-bintang silih berganti terbit dan terbenam. Seluruh lembar itu telah kututup, sebagaimana tirai akhir di penghujung pertunjukkan sebuah drama.

Sebagai akhir dalam sebuah pejaman mata yang singkat. Ketika kubuka seluruh semestaku, maka di sanalah sang jalan, bukan apa yang kukenal dari lembaran-lembaran tua berdebu – ia sungguh berbeda, penuh dengan gairah, penuh dengan gerak namun menenggelamkan dalam keheningan yang misterius. Continue reading Sang Jalan

Melasti Dalam Hikayat

Pagi tadi saya mengikuti rangkaian Upacara Melasti bersama warga Desa Beringkit, sudah cukup lama saya tidak mengikuti kegiatan seperti ini. Melasti merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi, di Bali dilakukan biasanya dua hari menjelang Nyepi, namun di tempat lain menyesuaikan, karena biasanya tidak libur khusus untuk kegiatan ini.

Secara ritual, Upacara Melasti melibatkan para umat yang mengiring benda-benda yang disucikan di Pura masing-masing (disebut Pratima) menuju laut (baca: segara) untuk dibersihkan kembali. Namun karena saya tidak terlalu memiliki ketertarikan, jadi detil ritualnya tidak pernah saya ketahui. Continue reading Melasti Dalam Hikayat

Tanah, Leluhur dan Dewata

Sore itu senja menggantung di antara rerimbunan nyiur yang membelah persawahan luas, Nang Olog baru tiba di gubuk kecilnya setelah usai memandikan dua sapinya sehabis menggarap sawah. Peluh mengucur pelan dari rambut-rambutnya yang telah memutih, di antara kulit-kulitnya yang telah lama mengeriput. Sesekali ia meneguk air putih dari sebuah botol bekas air mineral yang sudah tampak kumuh dan lusuh, meski tak selusuh bajunya yang dipenuhi noda lumpur dan mungkin beberapa cipratan getah pohon dan entah apa lagi yang didapatkannya dari seumur hidup sebagai tani.

Perhatian Nang Olog asyik kelebatan burung kokokan putih yang mulai meninggalkan tanah-tanah basah berlumpur pada petak-petak yang sebentar lagi tertanam padi, hingga tiba-tiba saja perhatian itu teralihkan.

Continue reading Tanah, Leluhur dan Dewata

Sebuah Refleksi: Hari Bebas Tembakau Sedunia 2011

Oke, ketika saya berbicara tentang ini, maka saya tidak sedang berbicara tentang negeri saya tercinta, yaitu Indonesia. Namun saya berbicara tentang Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang diprakarsai oleh WHO dan telah disepakati oleh 173 negara di dunia guna memerangi epidemi tembakau di seluruh dunia, yang sayangnya Indonesia tidak turut serta di dalamnya. Karena tampaknya perintah kita tidak tertarik dengan memerangi epidemi tembakau di negeri ini, jadi jangan heran jika Indonesia termasuk negara terbelakang dalam penerapan kebijakan mengenai tembakau.

Continue reading Sebuah Refleksi: Hari Bebas Tembakau Sedunia 2011

Bermain dengan Kebahagiaan

Sepertinya lama juga rasanya saya tidak menulis di sini. Seminggu ini saya menghabis waktu dengan seklusi, jadi hampir tidak ada yang bisa saya jamah sama sekali. Makan nasi paling banyak hanya dua kali sehari, saya menghabiskan sebagian besar waktu dengan melihat kembali apa-apa yang saya tinggalkan di belakang, membiarkan diri tenggelam dalam hal-hal sederhana seperti membaca selama berjam-jam, dan kemudian menghempaskan diri dalam perebahan.

Saya mematikan semua jalur komunikasi, dan saya menemukan diri saya dalam sebuah ruang yang jauh dari jangkauan sinar matahari sekali pun. Kadang saya teringat bagaimana Sir Arthur menggambarkan sosok Holmes yang terkurung berhari-hari di dalam kegelapan, dan itu membuat saya tersenyum geli. Tentu saja saya bukan Holmes, meski kami mungkin sama-sama suka memutuskan dawai biola.

Continue reading Bermain dengan Kebahagiaan

By continuing to use the site, you agree to the use of cookies. more information

The cookie settings on this website are set to "allow cookies" to give you the best browsing experience possible. If you continue to use this website without changing your cookie settings or you click "Accept" below then you are consenting to this.

Close