Merapi dari Mata Langit

Bencana letusan Gunung Merapi mendekati penghujung tahun 2010 ini sudah dikategorikan sebagai bencana nasional. Ratusan korban jiwa, ribuan korban luka, puluhan hingga ratusan ribu pengungsi, dan kerugian materi dan imateri yang tak terhitung lagi. Banyak yang sudah mengulurkan tangan, namun banyak juga yang kehilangan.

Sebagai salah satu vulkano yang masih aktif, Merapi diduga sudah mengalami periode erupsi sejak 10.000 tahun yang lalu (melalui penanggalan stratigrafi & radiokarbon deposit-deposit piroklastik), beberapa kali mengalami kehancuran (kubah) dan kemudian tumbuh lagi. Dan Merapi sudah memberikan masalah bahkan jauh sejak tercatatnya pada masa zaman kerajaan di nusantara dulu.

Pada periode 732 sampai 900 Masehi, banyak kuil Hindu & Budha dibangun di Jawab Tengah (sekitar Merapi), dan Merapi mengalami erupsi eksplosif pada masa sebelum, pada saat & pasca pembangunan candi. Beberapa candi hancur dan (atau) yang lain segera terkubur begitu selesai pembangunan. Hal ini juga (diduga) mempengaruhi perubahan peradaban di daerah yang dijangkau Merapi. Erupsi pada abad ke-12-14 Masehi meninggalkan debu di dasar Candi Sambisari dan Candi Kedulan, yang diduga juga mengakhir riwayat penjagaan candi-candi tersebut.

Continue reading