Mengikuti Pelatihan GELS

Sabtu kemarin saya baru mengikuti ujian GELS dari pelatihan yang diadakan selama seminggu. GELS adalah pelatihan kegawatdaruratan umum dan dukungan hidup yang bisa diterapkan di lapangan ataupun di rumah sakit. Pelatihan ini termasuk umum, tidak spesifik seperti ATLS  atau ACLS.

Mengapa dokter ikut lagi dalam pelatihan seperti ini? Bukankah dokter sudah seharusnya memiliki kemampuan penanganan kegawatdaruratan ketika bekerja di UGD baik rumah sakit maupun puskesmas? Ya, memang dokter memiliki kemampuan itu, tapi berjalan seiringnya waktu, ketika tidak sering digunakan, kemampuan ini bisa menumpul dan tidak memiliki teknik yang terbaru. Continue reading

Jadi Pembicara Dadakan

Awal pekan yang lalu saya menerima tawaran menjadi pembicara dalam sebuah acara bincang-bincang seputar kesehatan, donor darah dan religi yang diadakan oleh adik-adik dari KMHD UGM. Setelah saya pastikan tidak ada jadwal lain yang berbenturan, maka saya pun menyanggupinya. Materi yang saya bagikan mengambil judul, “Donor Darah dalam Pandangan Hindu”, saya usahakan berada dalam tema yang bisa diterima oleh umum.

Jika saya mengingat kembali – zaman mahasiswa tempo dulu, saya mungkin akan menolak tawaran seperti ini. Tapi ketika saya merasa sudah tidak lagi memiliki “kemewahan” seorang mahasiswa, maka saya memilih melawan kemalasan saya untuk tetap bisa berbagi dari sedikit yang saya miliki. Saya sendiri heran, kok bisanya saya duduk tenang di kursi pembicara, padahal narasumber lainnya adalah dosen saya sendiri, seorang guru besar di bidang kedokteran dan obat-obatan herbal. Continue reading

Mengunjungi XT Square

Ada sebuah pusat wisata budaya, kuliner dan belanja baru di Yogyakarta (mungkin tidak terlalu baru), yang dibuka pada pertengehan bulan Desember ini; XT Square (belum memiliki situs web resmi, tapi dapat ditemukan di foursquare). Malam ini di antara hujan rintik, saya sempat mengunjunginya setelah menikmati jagung bakar di salah satu sudut Kota Yogyakarta.

Awalnya ragu menuju tempat ini meski sering dilewati, namun setelah meramban di dunia maya, ternyata jam bukanya hingga pukul satu dini hari, jadi mengapa tidak? Meskipun memang terdengar aneh sebuah tempat belanja dan wisata buka dari pukul 13.00 s.d. 01.00. Mungkin ada sedikit konsep pasar malam di sini. Continue reading

Kembali untuk Pergi

Sudah lama sekali saya tidak menulis di sini, dan memang kebetulan banyak sekali yang terjadi – termasuk notebook saya yang mesti rawat inap selama beberapa minggu karena memang sudah jadwal rutinnya untuk masuk bengkel. Untung saja kualitas servisnya memuaskan, jika tidak pasti bakal kecewa sudah berpisah sekian lama.

Nah, saya cuma mau “nongol” sebentar saja, karena masih cukup sibuk mengurus perpindahan ke Tuban akhir bulan ini. Tampaknya batal di Banyuwangi. Jadi dari tadi siang sudah mengirim barang dan kendaraan via Elteha, karena sementara itu yang paling murah biaya pengiriman yang saya tahu untuk area angkut Yogyakarta – Tuban. Continue reading

Mencicipi Koneksi EVDO Rev.B dengan Haier CE81B Smartfren

Saya ingin menguji kecepatan lalu lintas data EVDO Rev.B yang dibanggakan oleh Smartfren saat ini melalui modem Haier CE81B. Dikatakan bahwa jaringan EVDO Smartfren bisa mencapai unduh 14,7 Mbps atau sekitar 1,8x MB/s – ini bukan kecepatan yang rendah (secara teori), meskipun untuk ukuran tarif tentu saja cukup mahal.

Saya mencobanya dengan menggunakan notebook bersistem operasi Linux openSUSE, area Yogyakarta, pada jam lalu lintas data yang padat (petang), dan jaringan nirkabel dengan 3G/3.75G Wireless N Router TL-MR3420. Artinya, saya mencolokkan modem CE81B ke Router TL-MR3420 untuk diputar-nomor, lalu diubah menjadi jaringan WiFi yang diterima di notebook saya. Ini karena saya malas berurusan dengan sistem wvdial di Linux. Continue reading