Sebagai sistem operasi yang penggunanya semakin bertambah sepanjang tahun, Linux memiliki begitu banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan dalam menggunakan komputer sehari-harinya. Seorang pelajar mungkin akan cukup menggunakan aplikasi untuk menulis, berhitung, dan sedikit kumpulan informasi yang diperlukan. Sementara golongan profesional akan memerlukan.

Saya menggunakan openSUSE Asparagus dengan beberapa aplikasi yang bisa dengan mudah diganti dan dipasangkan satu sama lainnya. Anda mungkin memiliki aplikasi tersendiri yang Anda sukai. Karena saya saat menggunakan GNOME dan KDE, jadi beberapa aplikasi berbeda akan memiliki fungsi yang sama. More »

Apakah Anda pernah berpikir bahwa tampilan Linux Mint terbaru yang berbasis GNOME 3 lumayan menarik? Mereka berhasil mencabangkan Gnome Shell ke dalam salah satu desktop khas – Cinnamon, yang memberikan sentuhan familier seperti ketika menggunakan GNOME 2.x. Tampilan ini kini juga bisa dicoba pada openSUSE 12.1 Asparagus.

Pada halaman openSUSE Lizards, ada berita “Cinnamon for openSUSE” tentang uji coba Cinnamon pada openSUSE. Meskipun baru dalam tahap uji coba, sepertinya sudah dapat menampilan Cinnamon seperti pada Linux Mint, meski masih terdapat beberapa isu terkait setelah antarmuka grafis. More »

Melalui openSUSE Asparagus, saya mencoba sebuah permainan strategi kecil bernama “Unknown Horizons” yang sepertinya cukup menarik. Ini mengingatkan saya pada “Age of Empire” atau “Settler” pada tahun-tahun yang silam, konsepnya sederhana dan terus berkembang. Bagusnya lagi dikembangkan dengan free software, sehingga semua bisa menggunakannya dan juga ikut serta mengembangkannya.

Permainan ini berlatar era penjelajahan, di mana sekelompok pelaut menemukan pulau baru di dunia baru, dan mulai membangun kehidupannya di sana. Sedikit banyak mengingatkan saya pada pelajaran sejarah di bangku sekolah. Kompleksitasnya juga menarik, karena pemain harus cerdas dalam menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan warga dan penarikan pajak. More »

Jika sebuah komentar tidak diloloskan atau tidak ditampilkan, pertama-tama salahkanlah mesin antispamnya – merekalah yang bertanggung jawab dalam baris terdepan menyambut setiap tanggapan pada sebuah blog. Saya menggunakan Akismet dan Antispam Bee yang menghasilkan “zero spam penetration“, yang bermakna saya tidak perlu lagi mengkhawatirkan spam. Meskipun pada sisi lainnya banyak tanggapan yang bukan spam juga “dibunuh” tanpa bertanya lebih dulu. Karena menurut Google, spam merupakan:

Abusing comment fields of innocent sites is a bad and risky way of getting links to your site. If you choose to do so, you are tarnishing other people’s hard work and lowering the quality of the web, transforming a potentially good resource of additional information into a list of nonsense keywords.

Namun bukan berarti semuanya berjalan lancar, ada beberapa tanggapan/komentar yang baru pertama kali masuk dan harus dipilah terlebih dahulu – karena berada pada jalur moderasi. Biasanya tanggapan ini bukan merupakan spam, karena mungkin hanya 1 dari 10.000 spam yang bisa lolos dari kombinasi dua mesin antispam tersebut. More »

Saya ingin mencoba menggunakan KDE pada openSUSE, apalagi akan segera diluncurkan KDE 4.8 untuk Linux. Banyak orang yang tidak suka memasangkan KDE bersamaan dengan GNOME, dan memasangnya secara terpisah, namun saya terlalu malas untuk membuat dan menyesuaikan partisi tambahan sehingga biasanya saya tumpuk saja. Sayangnya, cara lawas saja tidak berfungsi dengan baik, halaman pemasangan 1-click-install untuk KDE tampaknya tidak ada (atau tidak saya temukan).

Sehingga untuk memasang desktop KDE 4.7 pada openSUSE 12.1 Asparagus yang berbasis GNOME 3.2 seperti yang saya gunakan, cara yang paling mudah adalah kembali menggunakan perintah di terminal. Cara yang sama sejak dulu kala, hanya saja saya memang agak alergi menggunakan terminal. More »

Ada banyak cara mempercantik tampilan desktop Gnome 3.2 pada openSUSE 12.1 Asparagus, setidaknya dengan membekali diri menggunakan Gnome Tweak Tool, semuanya akan mudah. Saya dan Anda dapat membuat Gnome Shell memiliki tampilan seperti Ubuntu dengan Ayatana-nya, atau seperti tampilan Android 4.0 Ice Cream Sandwich.

Dari sekian banyak cara, saya memilih untuk tidak mengutak-atik mutter yang dibawa oleh openSUSE tentunya. Alasannya sederhana, saya malas membongkar kembali markah CSS yang mengawal Gnome Shell, kecuali kalau Anda ahli dengan mengutak-atik CSS, maka dengan bersenjatakan gedit, tampilan Gnome Shell bisa disulap menjadi sesuai selera. More »

Beberapa waktu yang lalu saya menghabiskan waktu untuk meninggalkan dunia maya saat terjadinya gerhana Internet, ya apalagi jika bukan protes tentang SOPA/PIPA di Amerika sana. Beberapa situs besar memadamkan aksesnya, dan beruntung mereka cukup bijak untuk memberlakukan pemadaman di Amerika saja, sehingga di Indonesia tidak banyak yang berpengaruh.

Hal ini tampaknya berhasil “menggagalkan” upaya pemungutan suara untuk menggolkan SOPA/PIPA, namun bukan berarti ke depannya tidak akan ada upaya serupa. Seandainya peraturan serupa diberlakukan di Indonesia, pasti yang suka lip sing kemudian diunggah ke YouTube akan terkena dampaknya. More »

Saya sedang memikirkan mau liburan ke mana saat Internet di seluruh dunia padam nanti. Anda mungkin sudah membaca tulisan saya tentang Perang SOPA yang menyebalkan itu. Tampaknya openSUSE masih melakukan perangnya sendiri, dan perusahaan besar seperti Google, Facebook dan Twitter – mungkin akan turun pada tanggal 18 Januari nanti – yang berarti Internet akan padam, karena merekalah yang termasuk paling banyak diakses di seluruh dunia.

Belum lagi banyak perusahaan daring lain yang akan mendukung, termasuk juga para narablog dan WordPress sendiri. Jika Anda berminat tentu saja Anda boleh turut serta memencet tombol peluncuran nuklir untuk acara Internet Blackout ini. More »

Untuk mengelola keuangan secara sederhana pada Linux, termasuk openSUSE, kita memerlukan aplikasi akuntasi yang bisa memberikan kemudahan bagi kita. Saya masih ingat dulu saat awal mengenal komputer, saya sempat mencicipi Peach Tree, MYOB dan Quicken pada Windows – sebenarnya ingin tampil keren, tapi lama kelamaan malah malas, mungkin saya memang tidak berbakat mengelola finansial.

Linux sendiri memiliki aplikasi akuntansi yang dapat digunakan untuk mengelola keuangan. Sebut saja GnuCash yang sudah lama mendampingi Linux, aplikasinya dikatakan menyerupai Quicken. Dan ada juga yang dibuat oleh KDE bernama Skrooge – merupakan aplikasi akuntasi yang menyerupai MYOB. More »

Mungkin saya pernah menuliskan sebelumnya, bahwa saya memang tidak suka meninggalkan jejak di dunia maya – dalam beberapa pengertian tertentu. Jika Anda mengerjakan 10 hal di dunia maya, berapa yang akan Anda bagi kepada publik, atau berapa data tentang kegiatan anda yang ingin Anda bagi pada pihak lain?

Orang mungkin tidak sadar, bahwa ketika ia memasuki sebuah situs, katakan saja blog ini – maka keberadaannya, aktivitasnya di blog ini, kapan datang dan kapan pergi akan tercatat dalam sebuah algoritma indah yang disebut dengan “log”. Bahkan Anda tidak perlu meninggalkan komentar untuk tahu bahwa Anda pernah ada di sini. More »

15. January 2012 · 13 comments · Categories: Journal · Tags: ,

Well, its been awhile since I wrote in English here. I think I shall write down something now. This afternoon I made a reservation for some standard rooms at Abadi Hotel Jogja, which only took about 2 minutes from Malioboro Street and about 10 minutes from The Sultan Palace by foots. I almost got lost, because, I were know it as “Mendut Hotel”, and it already changed its name three year ago – and I just know it today.

Oh, before you get any wrong idea, I should disclaim if this is not a paid article/review, my hands just aching to write something in English – but this is the only idea I got in my head. More »

Pakah Anda telah menonton film “The Adjustment Bureau“? Namun sebelum itu, beberapa pertanyaan kembali, apakah kita pernah mempertanyakan apakah kejadian sehari-hari merupakan sebuah takdir ataukah sebuah kebetulan, sesuatu yang memang telah dipastikan, atau sesuatu yang terjadi begitu saja dalam hukum sebab akibat dan peluangnya?

Film ini mengangkat ide dari pertanyaan-pertanyaan mendasar ini dalam sebuah drama ringan yang memukau. Mungkin film ini tidak terlalu istimewa, namun cukup bermakna, dan mungkin amat sayang jika terlewatkan. Dan saya pun suka penjiwaan karakter yang dibawa oleh Matt Damon, dia memberi kesan yang berbeda dari perannya di trilogi Bourne.

More »