Maka Menjelma Kartini

Sebagai pembuka, maka saya sedikit ceritakan bagaimana semalam saya berbincang dengan penjual sate keliling yang singgah di perumahan kami. Memang ini pertama kalinya kami membeli sate keliling, mungkin karena mendung tebal mengalahkan niat kami mencari bahan masakan atau menu siap saji di luar sana.

Si penjual sate ini tampak masih belia, mungkin belum ada menginjak usia 20 tahun, jika pun iya, yakin tidak mencapai tiga windu. Dia cekatan dengan pesanan kami, di atas baki pembakaran yang ditempel di sebuah sepeda motor sekitar sewindu, dia tampak kaya pengalaman. Hanya saja karena tampaknya pemuda ini tidak begitu fasih berbahasa Jawa, maka saya menduga dia tidak berasal dari daerah sekitar.

Rilis elementary OS 3.0 – Freya

Tulisan ini mungkin terlambat terbit, dan beberapa dari Anda mungkin sudah mencoba Elementary OS terbaru – “Freya”. Tapi di antara banyak distribusi, mungkin elementary OS adalah salah satu distribusi yang bisa yakin saya tanamkan di sebuah komputer baru (selain openSUSE, dan Antergos). Alasannya sangat sederhana, yaitu pengembangan dan stabilitas, serta karya seni dan cita rasa sebuah sistem operasi. Menggunakan elementary OS, tidak memberikan kesan seperti menggunakan Mac OS, namun ekosistem yang dibangun bisa dibilang benar-benar sesuatu yang tertata, dan kadang mungkin malah eksklusif. Berbeda dengan Mint yang berusaha tampil dengan Cinnamon atau MATE, maka elementary OS selalu tampak elegan dengan Pantheon-nya.

Asus VivoPC ROG GR8

Saya iseng jalan-jalan melihat mini PC, karena berusaha mencari komputer yang jika bisa hemat daya dan energi. Dan mini PC adalah pilihan yang baik dengan konsumsi listrik yang hemat. Tapi setelah melihat produk yang satu ini, Asus VivoPC ROG GR8, saya malah kaget jika ada mini PC yang memiliki performa sebaik ini (secara teori, karena belum mencoba langsung), kalau tulisan di atas kertas, maka performanya bisa dikatakan menyamai desktop gaming yang banyak disuka anak muda untuk memainkan video game kelas berat.

Tepat di Sini Kita Mengubah Alam

Pengubah permukaan bumi paling cepat adalah manusia, hutan berubah menjadi perkebunan dan persawahan, lalu menjadi pemukiman dan kawasan industri. Lingkaran ini sangat cepat berputar, Anda yang sudah hidup dengan melihat tiga generasi membuat perubahan ini tampak begitu cepat dan segera. Hari ini sebuah hutan hijau, setahun lagi menjadi hutan beton, demikianlah kiasannya.

Berkenalan dengan Pentax Q10

Pada awalnya, mencari Pentax Q10 bukan sebuah kebetulan, hal ini karena nyonya berulang tahun pada bulan ini, dan saya berniat menghadiahkan padanya sesuatu yang dia cari selama ini, yaitu kamera. Selama ini kamera saku (pocket camera) terlalu standar, dan banyak yang menggunakan, gambar yang dihasilkan pun hanya segitu saja. Sementara di sisi lain, anggaran juga terbatas.