Ketika saya membelinya dua tahun lalu dengan sedikit memaksa sebagai ponsel keluaran baru, saya berharap bahwa ia bisa digunakan untuk jangka yang luar biasa panjang. Sehingga saya memberi perhatian dan perawatan secara cukup mendetil, termasuk untuk memperbarui perangkat lunaknya secara berkala sehingga tetap membawa versi termutakhir yang bisa didapatkannya.

Walau di antara bagian luarnya yang sudah semakin bertambah kusam, namun saya tidak pernah meragukan kemampuannya, karena itu memang benar-benar pilihan saya dulu. Namun memang tidak bisa disangka, bahwa perpisahan akan bisa datang secepat ini.

Ponsel Nokia E71 saya memang tidak mengalami masalah apapun, bahkan bisa dibilang karena perawatan peranti lunaknya, performanya sudah jauh lebih baik daripada ponsel yang sama yang dijual baru.  Namun ya itu dia, ada pertemuan dan ada perpisahan.

BlackBerry Odin bersanding dengan Nokia E71.

Odin tidak memiliki bantuan GPS seelegan E71, jika bisa saya katakan kualitasnya masih jauh di bawah E71. Hanya saja ketika saya mencari ponsel yang dikeluarkan pada tahun yang sama, saya tidak menemukan yang lain yang lebih pas lagi.

Nah, yang terjadi maka terjadilah. Kini sudah saatnya mewariskan E71 pada yang lebih layak untuk menggenggamnya. Mungkin ini namanya sebuah ponsel yang pensiun dini.